Searching...
Senin, 26 November 2012

Memulai Bisnis dengan Langkah Sederhana

19.41

Bisnis tak harus dimulai dengan kelengkapan modal dan tempat usaha. Langkah sederhana pun sebenarnya bisa kita mulai dengan satu syarat MAU SEGERA BERAKSI. Berawal dari langkah sederhana Insya Allah bisa berkembang menjadi gurita bisnis yang potensial. Mari kita atur langkah-langkah sederhana yang potensial dan optimal :
1. Riset pasar
Riset pasar bisa kita mulai dengan langkah sederhana.
Tentukan momen yang lagi marak saat ini. Ya, Anda benar, Momen Ramadhan.
Cari tahu dengan bertanya atau googling internet, produk apa yang dibutuhkan saat ramadhan? Busana muslim : jelas prospek, Makanan/Minuman saat berbuka puasa: jelas prospek, Kue lebaran : jelas prospek, Sewa Mobil saat lebaran : jelas prospek, dll
Cari tahu supplier produk/pemilik barang. Tawarkan kerjasama marketing/menjualkan produk mereka. Jangan pasang fee marketing terlalu tinggi agar tidak membuat pemilik produk/supplier enggan bekerjasama dengan Anda. Ingat, Anda baru memulai usaha dan mereka belum melihat kredibilitas Anda sebagai penjual. Jadi, pandai-pandailah meyakinkan kepercayaan mereka agar produk mereka bisa Anda jualkan.
Cari tahu adakah media yang mengakomodir jual-beli selama ramadhan, misal Bazar Ramadhan di Bursamuslim.com, Pasar Sore Ramadhan di kampung Anda, atau bahkan Anda bisa membuat sendiri Bazar kecil-kecilan di Kantor tempat Anda bekerja, tentunya dengan tidak menggunakan fasilitas dan space kantor yang tidak semestinya ya  . Jika Anda ingin mencoba membuka bazar ramadhan di kantor Anda coba Anda desain brosur/katalog produk Anda yang elegan dan eye-catching, kemudian bagikan brosur/katalog bazar Anda kepada teman-teman Anda, dan tunggu orderan datang 
2. Mulai Menjual
Jangan terlalu lama melakukan riset pasar. Anda bukan berniat menjadi peneliti ekonomi kan Business is ACTION NOW. Mulai menjual dan menjual. Dobrak mental “segan”, “enggan”, “entar ah”, yang seringkali hinggap di benak pebisnis pemula. Tanamkan pada diri Anda, bahwa jika Anda menjual sekarang Anda akan menikmati pengalaman sebagai berikut :
trik bernegosiasi dengan pembeli
trik memikat pembeli (tentunya yang positif ya)
trik melayani pembeli dengan pelayanan prima
analisis daya beli konsumen(Anda bisa langsung mengetahui seberapa besar daya beli konsumen saat itu untuk produk sejenis dengan melihat produk mana yang paling laku dan produk mana yang enggan didekati konsumen. Tentunya Anda bisa menaksir
analisis kebutuhan konsumen(Anda bisa mendapatkan info produk apa saja yang dibutuhkan konsumen selain produk Anda, enak bukan)
fresh money jika penjualan Anda ter-eksekusi
kesempatan memperluas jaringan bisnis dengan pedagang sekitar
dll yg akan Anda reguk manfaatnya
3. Analisis Penjualan Anda
Pulang dari menjual, jangan langsung membuat Anda gembira(karena dapat untung banyak) dan jangan pula lantas menyerah(karena diuji dengan enggannya pembeli melirik dan membeli produk Anda). Jadilah muslim yang tegar! Ingatlah selalu hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berikut :
“Sungguh menakjubkan perkara seorang mukmin. Semua perkara (yang menimpanya) adalah kebaikan baginya dan tidaklah hal ini terjadi kecuali hanya pada diri seorang mukmin. Jika dia tertimpa kebahagiaan dia bersyukur maka hal ini adalah baik baginya. Dan jika tertimpa musibah dia bersabar maka itu juga baik baginya.” (HR. Muslim)
Hebat kan solusi Islam agar kita tetap tegar?
Setelah Anda cukup tegar, coba buka lagi catatan penjualan Anda(jika tak sempat mencatat, minimal simpan dalam memori). Analisislah hal-hal berikut untuk menjadi pedoman penjualan esok hari :
Apakah jadwal buka lapak mempengaruhi penjualan Anda? maksudnya, samakah hasil penjualan Anda antara  buka lapak di awal waktu saat pasar mulai buka dengan buka lapak saat pasar sedang ramai-ramainya?
Apakah penataan posisi produk, posisi berdiri Anda, dan penataan layout lapak Anda sudah eye-catching dan menarik pembeli?
Efektif mana: proaktif menjajakan produk ke pembeli walaupun dengan  atau cukup duduk manis di belakang lapak sambil tersenyum kepada pembeli?
Perlukah memberi hadiah kepada pembeli untuk menarik minat belinya?
Perlukan membagikan brosur/leaflet kecil2 yang murah meriah agar pembeli berpeluang untuk repeat order ke kita?
dll.. silakan lanjutkan sendiri ya hehe
So, jangan berpusing ria dalam memulai bisnis. Teori cukup sederhana saja. Yang utama adalah AKSI ANDA. Menjual Sekarang adalah Wujud Aksi Anda. Mari Berbisnis = Mari Jualan, Anda setuju?
------------------------
http://blog.bursamuslim.com

3 komentar:

  1. Tapi dari penjelasan di atas, masih akan timbul satu masalah lagi mas, yakni modal,, karena untuk jualan kan kita butuh modal kulakan,,
    video di sini memaparkan solusi untuk itu.. http://videosalaf.blogspot.com/2012/11/alternatif-permodalan-dalam-islam-1.html
    tersedia dalam bagian 1 s/d 13

    BalasHapus