Searching...
Selasa, 20 November 2012

Anak-anak Gaza harus menjadi korban

04.54
GAZA (Arrahmah.com) - Negara Zionis meneruskan serangan mematikan di Jalur Gaza, hari Ahad (18/11/2012) menjadi hari paling mematikan dengan sedikitnya 31 korban tewas termasuk beberapa anak di tengah persiapan invasi darat ke wilayah Palestina yang terkepung.
Jet tempur "Israel" telah menggempur Gaza selama lima hari berturut-turut sejak Rabu (15/11).  Sedikitnya sembilan anak telah gugur dalam serangan brutal pengecut pasukan Zionis.
"Militer 'Israel' tengah mempersiapkan diri untuk memperluas operasi," ujar Perdana Menteri negara penjajah Yahudi, Benjamin Netanyahu berbicara dalam pertemuan kabinet.
Pejabat Kementrian Kesehatan Palestina mengatakan bahwa korban tewas meningkat menjadi 52 orang setelah dua orang dikabarkan tewas di kamp Shati.
"Angka kematian meningkat menjadi 52 setelah dua orang tewas di kamp Shati, seorang perempuan dan laki-laki," ujar juru bicara Menteri Kesehatan, Ashraf al-Qudra seperti yang dilaporkan AFP.
Di antara korban meninggal pada hari Ahad adalah seorang gadis kecil berusia sembilan tahun yang dihantam serangan udara pasukan Zionis di kamp pengungsian Jabaliya di utara Gaza.
Sembilan orang dari satu anggota keluarga juga gugur dalam serangan di Beit Lahiya, termasuk seorang anak perempuan berusia tiga tahun dan seorang anak laki-laki berusia lima tahun.
Negara penjajah Yahudi sepertinya ingin menghancurkan Gaza sehancur-hancurnya, mereka juga menargetkan awak media dalam serangannya.  Dilaporkan bahwa delapan jurnalis terluka dalam serangan yang menghancurkan fasilitas milik Al-Aqsa TV dan Sky news.
"Kita harus membawa Gaza kembali ke Abad pertengahan, menghancurkan semua infrastruktur termasuk jalan raya dan sistem air," ujar Menteri Dalam Negeri negara penjajah Yahudi, Eli Yishai.
Menanggapi serangan "Israel", pejuang Palestina meningkatkan serangan roket mereka, ratusan roket telah ditembakkan dan tiga warga "Israel" tewas awal pekan kemarin.  (haninmazaya/arrahmah.com)


0 komentar:

Posting Komentar